Kamis, 21 Oktober 2010

Gunung Semeru Membentuk Kubah Lava

semeru Lumajang, Pengamat Gunung Semeru di Pos Pantau Gunung Sawur Lumajang, Jawa Timur, Rabu (20/10) mencatat sejak enam bulan terakhir Gunung Semeru sering mengeluarkan gempa tremor atau gempa akibat keluarnya magma dari perut gunung.
Rata-rata per hari bisa mencapai 10 hingga 50 gempa tremor. Dampaknya, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu saat ini telah membentuk kubah lava, yaitu magma yang menumpuk di permukaan kawah. Semakin hari, kubah lava itu terus tumbuh.
Namun, karena lubang magma terlalu kecil akhirnya Gunung Semeru mengeluarkan lidah lava yang meluncur sekitar 300 meter dari puncak Mahameru. Jika lidah lava memanjang dan kubah lava terdorong keras dari dapur magma, akan terjadi awan panas yang sangat berbahaya. Untuk itu para pendaki diimbau tidak mendekati kawah.
Warga yang berada di lereng Semeru ternyata juga memantau perkembangan gunung tersebut. Mereka melihat banyak perubahan pada Gunung Semeru. Kini letusan jarang tampak, namun mereka sering melihat guguran lava yang keluar dari tengah gunung.
Meski sudah membentuk kubah lava dan lidah lava, Gunung Semeru saat ini masih berstatus waspada. Petugas Badan Vulkanologi pun mengimbau warga dan penambang pasir selalu waspada. Sebab, saat ini bahaya sekunder Semeru berupa lahar dingin kerap terjadi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar